May 10, 2008 – 6:46 am
Gejala tren busana saat ini bergerak demikian cepat. Begitu pula yang terjadi di lingkup pergaulan anak muda. Saat perang Irak berkecamuk belum lama ini, jenis dan corak busana bermotif militer (army look) muncul kembali, dan diburu para pemakai remaja. Namun, kemudian jalur pertumbuhan gejolak Streetwear dan Punk mengundang selera baru dari berbagai kelompok generasi muda.
Pertumbuhan berlanjut dari gaya berbusana kaum rocker dan selebriti muda ini, meningkat bersama selera perubahan yang diciptakan orang-orang muda. Mereka menyukai ide kostum yang dihasilkan pemusik dan penyanyi band, akan tetapi tak ingin total sama persis dalam penampilannya.
Anak muda sekarang mengundang hasrat inovasi, yang menggabungkan tiap koleksi menurut keseluruhan gejala secara berbeda-beda. Percampuran yang dikehendaki menyangkut materi tekstil, genre, corak baju, pola bahan, prin, hingga penyajian tema.
Apabila rocker abad ini membangkitkan selera pengulangan ke masa 1980-an, bukan langsung berarti penonton muda menuruti saja. Dekade rocker chick bertumbuh kembali dan menarik garis pengertian baru, seperti diperlihatkan perancang Alice Roi dengan dres mini yang menggelembung.
Pengulangan warna terfokus pada pilihan hitam, putih, aksen ikat pinggang, dan corak garis yang tegas. Penampilan kaki yang mulus kini menjadi bagian yang terbilang penting. Potongan baju ikut berani memperlihatkan sosok tubuh yang indah. Ataupun gaya Punk yang diperindah dengan padu-padan celana ketat dan mini, berikut pasangan sepatu putih, merah, atau merah muda. Jenis sepatu yang dianjurkan antara lain spikes shoes gaya 60-an (bermotif hias paku besar), tumit runcing, sepatu model bajak laut dan Elvis.
Akan lebih kelihatan Punk bila dilengkapi dengan celana pipa, berbahan kulit hingga jeans rock klasik hitam mengilap. Namun segi individu dari rocker chick tetap harus dipertahankan, dengan menjaga aksen warna hitam serta sentuhan putih.
Posted in Style |
No Comments »